Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Ibadah Praktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Ibadah Praktis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

Setelah I'tidal Tangan Sedekap atau Lurus ke Bawah?



Setelah I'tidal Tangan Sedekap atau Lurus ke Bawah?
oleh: Syakir Jamaluddin, M A

Pembahasan mengenai hal ini sangat menarik karena para ulama memang memahami hadis yang sama dengan cara berbeda. Syekh Nâshiruddin al-Albâni menyatakan bahwa sedekap bakda i'tidal yakni meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri setelah i'tidâl (bangkit dari ruku') adalah bid'ah menyesatkan (bid'ah dlalâlah). Menurutnya, jika ada dalilnya yang rinci, mohon supaya dihadirkan. Muhammadiyah dalam Fatwa Tarjihnya, cenderung memilih pendapat al-Albâni yakni tidak dengan bersedekap, tetapi tangannya lurus ke bawah bakda i'tidal, meskipun Muhammadiyah tidak sampai menyatakan sedekap bakda i'tidal sebagai bid'ah.
Sementara Syekh Bin Bâz dan Syekh Ibn Utsaymin dalam Fatâwâ-nya memfatwakan bukan bid'ah karena masih ada tuntunannya berdasar

Rabu, 03 September 2014

TATA CARA BERWUDHU



TATA CARA BERWUDHU
Oleh : Ahmad Sarwiji Majid


1.   Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan disertai membaca “Bismillaahirrahmaniirrahiim”, dan niat di dalam hati karena Allah semata.
2.   Berkumur dan mengisap air dari tangan yang sebelah ke dalam hidung kemudian disemburkan kembali tiga kali. (Dalam berkumur sambil menggosok gigi dengan jari atau dengan alat lainnya).
3.   Membasuh dan menggosok muka tiga kali,dari batas tumbuh rambut diatas kening sampai dagu dan kanan kiri batas telinga  dengan mengu- sap dua sudut mata dan melebihkan membasuhnya dan mencelah-celahi janggutnya.
4.   Membasuh dan menggosok kedua tangan sampai dengan siku-siku tiga kali, dan dicelah-celahi jarinya dengan melebihkan membasuhnya.
5.   Mengusap kepala dari batas tumbuh rambut diatas kening ditarik ke belakang sampai tengkuk, kemudian ditarik lagi ketempat semula, kemudian mengusap kedua telinga sebelah luar dengan ibu jari dan bagian dalam dengan jari telunjuk dari bawah ke atas.
6.   Membasuh dan menggosok kaki beserta kedua mata kaki tiga kali, dan mencelah-celahi jari kaki, dan melebihkan membasuhnya.
7.   Setelah sempurna mambasuh dan menggosok kaki, kemudian mengucapkan :
اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،  وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluh.
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha satu dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwan Muhammad SAW adalam hamba dan utusan Allah”.

Sumber: HPT Muhammadiyah